CONTOH KHUTBAH JUM'AT TENTANG TIGA PERKARA YANG DIRIDHAI ALLAH

TIGA PERKARA YANG DIRIDHAI ALLAH
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
قال الله تعلى:
 يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
 يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Jamaah Sidang Jumat rahimakumullah,        
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar takwa dan marilah kita menjadi hamba-hamba- Allah yang saling menghargai persaudaraan. Yaitu bersaudara karena iman yang diwujudkan dengan saling mencintai, kasih sayang, dan tolong-menolong dalam kebenaran serta saling menasihati dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.   

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,        
Al-Imam Ahmad dan al-Imam Muslim rahimahumallah meriwayatkan dengan lafadz yang semakna dari jalan sahabat Abu Hurairah Ra. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam  bahwa beliau bersabda,
إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا، فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ أَمْرَكُمْ؛ وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala meridhai untuk kalian tiga hal dan membenci dari kalian dari tiga hal: Allah Subhanahu wata’ala meridhai kalian agar beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun; berpegang kuat dengan agama Allah Subhanahu wata’alasemuanya (bersatu) dan tidak berceraiberai; serta agar menasihati orang yang Allah telah jadikan sebagai penguasa bagi kalian. (Dan Allah) membenci kalian dari mengatakan (setiap apa yang) dikatakan (kepada kalian), banyak bertanya, dan membuang-buang (tabdzir) harta.”  (HR. Ahmad dan Muslim)
Jamaah rahimakumullah,           
Pada hadits yang mulia tersebut, Nabi Muhammad memberitakan bahwa Allah Subhanahu wata’ala meridhai hambanya agar memiliki tiga sifat yang dengannya seseorang akan berbahagia di dunia dan akhirat. Sifat-sifat tersebut adalah:
Yang pertama adalah hendaknya kita memperbaiki akidah yaitu dengan memurnikan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wata’ala dan berlepas diri dari berbagai jenis kesyirikan. Ini adalah perkara pertama yang harus diperhatikan. Sebab, akidah merupakan pondasi yang dibangun di atasnya amalan seseorang. Apabila baik akidahnya, akan bernilai sebagai ibadah dan akan bermanfaat amal salehnya. Adapun jika rusak akidahnya, amalannya tidak bermanfaat dan tidak bernilai di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Oleh karena itu, seluruh rasul diperintah untuk mengajak pada perbaikan akidah sebelum hal yang lainnya. Setiap rasul mengatakan,           
فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
“Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Rabb bagimu selain- Nya.” (al-A’raf: 59)         

Perkara kedua yang Allah Subhanahu wata’ala ridha terhadap hamba-Nya adalah agar kaum muslimin bersatu di atas agama-Nya dan meninggalkan perpecahan termasuk (ide nation state). Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengikuti jalan yang satu, yaitu jalan yang ditempuh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Kita diharamkan berpecah belah, baik dalam akidah maupun ibadah serta dalam hal yang berkaitan dengan hukum-hukum syariah. Meskipun tidak dimungkiri bahwa berbeda dan berselisih adalah sifat dan tabiat manusia, namun hal tersebut tidak berarti diperbolehkan. Allah Subhanahu wata’ala telah memberikan jalan keluar ketika terjadi perselisihan, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya,
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al- Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (an-Nisa: 59)        
Maka dari itu, jangan sampai kaum muslimin memiliki akidah, ibadah dan hukum syariat yang menyalahi kitabullah dan Hadis Sahih. Begitu pula tidak boleh masing-masing menetapkan hukum halal dan ini haram dari akalnya sendiri tanpa berdasarkan dalil syara’ dan bimbingan mujtahid.
Jama’ah rahimakumullah,          
Perlu diketahui bahwa berpecah belah adalah sifat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang kita dilarang untuk  mengikuti jalan mereka sebagaimana tersebut dalam firman Allah Subhanahu wata’ala,
Di dalam ayat lainnya, Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali-Imran: 105)  
Dari ayat tersebut kita juga memahami bahwa perpecahan (mengkotak-kotak tubuh kaum muslimin) bukanlah rahmat. Justru perpecahan adalah azab dan akan membuat kaum muslimin saling bermusuhan. Perpecahan akan mencegah kaum muslimin untuk saling menolong dalam kebaikan.         
Oleh karena itu, yang semestinya dilakukan oleh kaum muslimin agar menjadi umat yang satu, yaitu dengan kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah serta mengikuti jalan Rasulullah alaihi shalatuwasalam, baik dalam akidah, ibadah, muamalah, Siyasah maupun perselisihan yang terjadi di antara kaum muslimin.       
Dan perlu diingat, agama Islam adalah agama yang menjaga persatuan dan kebersamaan dalam banyak permasalahan, seperti dalam bermasyarakat dan bernegara, maupun dalam menjalankan ibadah shalat, haji, berhari raya, dan yang semisalnya.
Karena itu, sungguh memprihatinkan keadaan sebagian kaum muslimin yang berpecah-belah dalam kelompok kelompok kesukuan, kekeluargaan (kabilah) tertentu yang masing-masing bangga dengan kelompoknya serta fanatik buta membela kelompoknya tanpa melihat halal atau haram.   
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Perkara ketiga yang Allah Subhanahu wata’ala ridha untuk kita menjalankannya adalah memberikan nasihat (kritik membangun) terhadap penguasa dengan mentaatinya, mendoakan kebaikan untuknya ataupun membantunya dalam perbaikan dan kebaikan masyarakatnya. Penguasa yang dimaksud adalah penguasa muslim yang sah yang memimpin sesuai dengan hukum allah dan memiliki wilayah serta kekuatan. Allah Subhanahu wata’ala  ridha kepada kaum muslimin untuk menaati pemerintah dalam perkara yang ma’ruf serta untuk tidak melanggar aturan yang telah ditetapkannya selama tidak bertentangan dengan syariat Allah Subhanahu wata’ala.   
Begitu pula orang-orang yang mengemban amanah atau tugas dari penguasa, seperti para pegawai pemerintahan atau yang semisalnya, wajib bagi mereka untuk menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh baginya untuk memanfaatkan tugas yang diembannya sebagai kesempatan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau orang-orang dekatnya sehingga berlaku tidak adil dan merugikan masyarakat secara umum.
Hadirin rahimakumullah,           
Seorang pemimpin muslim bagi suatu masyarakat adalah karunia Allah Subhanahu wata’ala yang sangat besar. Tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila suatu negara tidak ada pemimpinnya. Tentu kekacauan, rasa tidak aman, dan ketakutan akan menyelimuti negeri tersebut.       Namun, tentu saja seorang pemimpin tidak akan menjadi sebab kebaikan ketika masyarakat tidak mau menaatinya dan menghormatinya. Maka dari itu, sungguh hal ini merupakan prinsip-prinsip yang sangat penting untuk dipahami dan diamalkan.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَسْتَغْفِرُوهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرحيم
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
جَمَاعَةَ الْجُمُعَةِ، أَرْشَدَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Demikianlah penjelasan hadits yang mulia diatas. Menunjukkan kita akan datangnya kebaikan yang besar jika kaum muslimin mengamalkannya dalam kehidupannya. dan senantiasi terikat dengan atura-aturan-Nya dalam semua aspek kehidupan ini, sehingga kita menjadi hamba-hambaNya yang mendapatkan keridhaanNya.
Marilah kita memohon kepada Allah ta’ala semoga diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menggapai Keridhaan-nya di bulan Ramadhan yang penuh akan ampunan.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ.
اَللَّهُمَّ إِنَا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّتَكَ وَنَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِيْ سَبِيْلِكَ.
أَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْاسلامية عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِهَا
 “Ya> Allah, jadikanlah pertemuan kami ini, pertemuan yang dirahmati, dan jadikan perpisahan kami setelah ini, perpisahan yang dilindungi dari dosa, dan janganlah Engkau jadikan kami, atau dari kami, atau orang yang bersama kami, kesengsaraan dan kemiskinan. Ya> Allah, berilah petunjuk kepada kami, dan berilah petunjuk hamba-hambaMu dengan perantara kami, dan jadikanlah kami menjadi sebab bagi orang-orang yang mendapatkan petunjukMu
“Ya> Allah, tunjukkanlah kepada kami, yang benar itu benar, dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami, yang bathil itu bathil, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya”
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَن الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 # Disampaikan Oleh . Ustad Nasrul Hakim,. Lc,. M.Hum
Pada Khutbah Jum'at, di Masjid Darul Hijrah STIKES SURYAGLOBAL Yogyakarta

Sekilas Pengertian Sistem Informasi

Mungkin ada yang bertanya-tanya apa sih sistem informasi itu? Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem informasi yang menggunakan komputer biasanya disebut sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System). Dalam praktiknya, istilah sistem informasi lebih sering dipakai tanpa tambahan kata komputer walaupun dalam kenyataannya komputer merupakan bagian yang penting.
Ada beragam definisi sistem informasi, berdasarkan berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah komponen (yaitu : manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja) dan ada sesuatu yang diproses.
Istilah sistem informasi juga sering keliru dengan sistem informasi manajemen. Kedua hal ini sebenarnya tidak sama. Sistem informasi manajemen merupakan salah satu jenis sistem informasi yang secara khusus ditujukan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen dan untuk pengambil keputusan. Sebagai contoh: Sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi SDM dan lain sebagainya. Sedangakan sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan. Sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Tujuan dari sistem informasi sendiri adalah menghasilkan informasi. Sistem informsai adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dikatakan sebagai informasi. Untuk dapat digunakan maka informasi harus ada tiga syarat sebagai berikut : tepat (relevan), tepat waktu (timeliness) dan akurat (accurate). Informasi yang keluar tetapi tidak didukung tiga syarat tersebut maka tidak dapat dikatakan sebagai informasi dan merupakan informasi sampah. 

Nilai Ujian Semester Genap

DAFTAR NILAI UJIAN SEMESTER GENAP
APLIKASI KOMPUTER II & IV

NO.
NIM
TOTAL HADIR
NILAI
NILAI AKHIR
ABSEN 10%
TUGAS 20%
UTS   30%
UAS   40%
ANGKA
HURUF
1
14153817
11
8
80
85
0
49.36
D
2
14153820
10
7
80
73
0
45.04
D
3
14153824
14
10
80
75
70
76.50
B
4
14153825
14
10
80
70
60
71.00
B
5
14153826
13
9
80
80
80
81.29
B
6
14153827
14
10
80
85
90
87.50
A
7
14153828
14
10
80
73
80
79.90
B
8
14153829
14
10
80
87
80
84.10
B
9
14153830
14
10
80
78
70
77.40
B
10
14153831
14
10
80
85
90
87.50
A
11
14153832
14
10
80
78
80
81.40
B
12
14153833
14
10
80
70
70
75.00
B
13
14153835
14
10
80
70
80
79.00
B
14
14153837
2
1
0
0
0
1.43
E
15
14153838
14
10
80
75
70
76.50
B
16
14153839
13
9
80
78
80
80.69
B
17
14153840
14
10
80
80
90
86.00
A
18
14153841
13
9
80
85
80
82.79
B
19
14153842
14
10
80
85
80
83.50
B
20
14153843
13
9
80
85
70
78.79
B
21
14153844
14
10
80
75
90
84.50
B
22
14153845
14
10
80
78
80
81.40
B
1
14112757
11
8
40
0
70
43.86
D
2
14123216
11
8
80
70
80
76.86
B
3
14154001
12
9
80
65
60
68.07
C
4
14154002
12
9
80
86
70
78.37
B
5
14154003
12
9
80
75
65
73.07
B
6
14154004
12
9
80
80
75
78.57
B
7
14154005
13
9
80
80
75
79.29
B
8
14154006
14
10
80
88
85
86.40
A
9
14154007
12
9
80
75
70
75.07
B
10
14154009
13
9
80
90
85
86.29
A
11
14154010
13
9
80
74
70
75.49
B
12
14154012
12
9
80
75
70
75.07
B
13
14154013
4
3
0
0
0
2.86
E
14
14154014
13
9
80
75
75
77.79
B
15
14154015
14
10
80
78
85
83.40
B
16
14154016
13
9
80
90
85
86.29
A
17
14154017
13
9
80
90
85
86.29
A
18
14154018
12
9
80
88
85
84.97
B
1
14102066
10
7
40
72
70
64.74
C
2
14122927
13
9
80
75
85
81.79
B
3
14133326
13
9
80
75
75
77.79
B
4
14143557
14
10
80
80
80
82.00
B
5
14143558
13
9
80
80
75
79.29
B
6
14143559
13
9
80
74
75
77.49
B
7
14143560
14
10
80
82
80
82.60
B
8
14143561
13
9
80
80
75
79.29
B
9
14143562
14
10
80
73
75
77.90
B
10
14143563
14
10
80
83
80
82.90
B
11
14143564
12
9
80
85
85
84.07
B
12
14143565
13
9
80
70
80
78.29
B
13
14143566
14
10
80
77
80
81.10
B
14
14143567
14
10
80
73
80
79.90
B
15
14143568
14
10
80
75
80
80.50
B
16
14143569
14
10
80
83
80
82.90
B
17
14143570
14
10
80
85
85
85.50
A
18
14143571
14
10
80
75
85
82.50
B
19
14143572
14
10
80
77
70
77.10
B
20
14143574
13
9
80
75
75
77.79
B
21
14143575
12
9
80
70
65
71.57
B
22
14143577
14
10
80
82
80
82.60
B
23
14143578
12
9
80
78
75
77.97
B
24
14143579
12
9
80
76
70
75.37
B
25
14143580
14
10
80
75
75
78.50
B
1
14133454
10
7
0
70
0
28.14
E
2
14143706
13
9
80
73
70
75.19
B
3
14143707
13
9
80
75
70
75.79
B
4
14143708
14
10
80
75
70
76.50
B
5
14143709
13
9
80
70
70
74.29
B
6
14143710
14
10
80
73
70
75.90
B
7
14143711
14
10
80
73
80
79.90
B
8
14143713
13
9
80
83
70
78.19
B
9
14143714
14
10
80
80
85
84.00
B
10
14143715
13
9
80
70
70
74.29
B
11
14143716
13
9
80
75
85
81.79
B
12
14143718
14
10
80
87
85
86.10
A
13
14143719
13
9
80
78
75
78.69
B
14
14143720
13
9
40
72
70
66.89
C
15
14143721
14
10
80
85
70
79.50
B
16
14143723
12
9
80
77
70
75.67
B
17
14143724
11
8
80
70
70
72.86
B
18
14143725
14
10
80
75
70
76.50
B
19
14143726
14
10
80
80
70
78.00
B
20
14143728
14
10
8
80
70
63.60
C
21
14123023
13
9
0
55
55
47.79
D